Materi Ini Untuk Tugas Matakuliah Sistem Informasi Akuntansi

Industri 4.0 dan Keterkaitannya dengan Sistem Informasi Akuntansi

Website ini menyajikan Materi tentang Industri 4.0, termasuk definisi, teknologi kunci, studi kasus, dampak, dan koneksi dengan SIA di sektor keuangan.

  • 1Konvergensi IT-OT dan data real-time
  • 2Otomasi proses transaksi dan pelaporan
  • 3Continuous auditing dan kontrol digital
  • 4Roadmap adopsi bertahap untuk organisasi

Snapshot Dampak

Angka Kunci dari Studi Kasus

0%

Percepatan lead time (reported impact)

0%

Penurunan downtime pada smart factory

0

Proses otomasi pada studi perbankan

0 jam

Efisiensi rekonsiliasi akun (contoh kasus)

Pengertian Industri 4.0

Transformasi Sistemik Berbasis Data Real-Time

Industri 4.0 menekankan integrasi proses fisik dan digital untuk meningkatkan produktivitas, ketepatan keputusan, serta daya saing organisasi.

Inti Konsep

Industri 4.0 adalah transformasi industri berbasis integrasi end-to-end antara teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT). Fokus utamanya adalah konektivitas vertikal-horizontal, pemanfaatan data real-time, dan pengambilan keputusan yang semakin otomatis.

Dalam konteks praktik, Industri 4.0 tidak berdiri pada satu teknologi tunggal. Nilai bisnis muncul saat IoT/IIoT, cloud, big data analytics, AI/ML, RPA, blockchain, dan cyber-physical systems digabung dalam satu arsitektur proses yang terkontrol.

Evolusi Revolusi Industri

  1. 1760s-1800s

    Industri 1.0

    Mekanisasi berbasis tenaga uap dan air, memunculkan pabrik awal.

  2. 1870s-1910s

    Industri 2.0

    Listrik dan lini perakitan mendorong produksi massal.

  3. 1970s-2000s

    Industri 3.0

    Elektronik, komputer, dan otomasi awal termasuk penggunaan ERP.

  4. 2010s

    Industri 4.0

    CPS/IIoT, cloud, analitik, AI, dan smart factory berbasis data.

  5. 2020s-sekarang

    Ekspansi 4.0

    Digital twin, GenAI, otomatisasi lintas rantai nilai, dan fokus cyber OT.

Teknologi Kunci, Manfaat, dan Risiko

Nilai terbesar muncul saat teknologi dipadukan dalam arsitektur yang terintegrasi dengan proses bisnis dan kontrol internal.

IoT / IIoT

Manfaat: Visibilitas kondisi aset dan proses secara real-time; fondasi predictive maintenance.

Risiko: Permukaan serangan meningkat, kualitas data sensor bervariasi, dan potensi risiko OT-safety.

AI / ML

Manfaat: Prediksi anomali/fraud, rekomendasi keputusan, dan percepatan analitik bisnis.

Risiko: Bias, model drift, explainability rendah, serta tuntutan governance model yang kuat.

Big Data Analytics

Manfaat: Insight lintas sistem, optimasi proses, dan continuous monitoring berbasis populasi data.

Risiko: Kompleksitas data governance, privasi, biaya infrastruktur, dan kualitas input.

Cloud Computing

Manfaat: Elastisitas komputasi, provisioning cepat, mendukung ERP modern dan platform analitik.

Risiko: Vendor concentration risk, misconfiguration, residency data, dan ketergantungan jaringan.

Blockchain

Manfaat: Ledger lebih sulit dimanipulasi, traceability tinggi, dan jejak transaksi lebih transparan.

Risiko: Risiko private key, oracle problem, isu skalabilitas, dan governance konsorsium.

RPA

Manfaat: Mengotomasi tugas repetitif (input, rekonsiliasi, reporting) dengan implementasi relatif cepat.

Risiko: Rentan perubahan UI, technical debt automasi, dan potensi bypass kontrol jika desain lemah.

Contoh Penerapan

Implementasi Nyata Lintas Sektor

Dari manufaktur sampai akuntansi, studi kasus menunjukkan pola manfaat berupa percepatan proses, penurunan error, dan peningkatan efisiensi operasional.

Manufaktur

Haier (Tiongkok)

Teknologi: IIoT platform, AI, machine vision, advanced analytics

Hasil: Order lead time dilaporkan lebih singkat 50% dan defect rate turun 33%.

Manufaktur Indonesia

Schneider Electric Batam Smart Factory

Teknologi: Smart sensors, predictive management, AR operations

Hasil: Dilaporkan menurunkan machine downtime 44% dalam 1 tahun.

Perbankan

DBS (Singapura)

Teknologi: Cloud migration, microservices, industrialized AI

Hasil: Cost/income ratio pelanggan digital 50% lebih rendah; inisiatif AI menambah revenue.

Perbankan

DNB (Norwegia)

Teknologi: Intelligent automation (RPA + OCR + API + ML)

Hasil: 230 proses terotomasi, 1,5 juta jam kerja kembali, dan penghematan dilaporkan EUR70 juta.

Fintech

Klarna (Swedia)

Teknologi: AI assistant untuk customer service

Hasil: Menangani 2/3 chat CS dengan waktu resolusi <2 menit dan estimasi profit improvement.

Akuntansi/Keuangan

Riksbyggen (Swedia)

Teknologi: RPA untuk alur accounting dan rekonsiliasi

Hasil: Waktu rekonsiliasi akun neraca turun dari 150 jam menjadi 10 jam.

Catatan: angka pada studi kasus bersifat reported impact dari organisasi terkait, sehingga tetap perlu validasi internal sebelum dijadikan dasar keputusan final.

Dampak Industri 4.0

Ekonomi, SDM, Regulasi, dan Risiko

Dampak tidak hanya operasional. Ada implikasi besar ke kompetensi manusia, kepatuhan data, keamanan siber, dan tata kelola risiko sektor keuangan.

Pola dampak yang konsisten di berbagai studi kasus adalah pemotongan lead time, penurunan defect/error, peningkatan utilisasi otomatisasi, dan keputusan berbasis data real-time.

SIA dan Keuangan

Perubahan Besar pada Proses Akuntansi dan Assurance

Industri 4.0 mendorong SIA dari model periodik ke event-driven, memperkuat kontrol digital, dan mempercepat pelaporan serta audit berbasis data.

Dari Batch ke Event-Driven Accounting

SIA bergerak dari posting periodik menuju transaksi berbasis peristiwa yang lebih real-time, terutama saat data operasional dan transaksi digital terintegrasi.

Kontrol Internal Digital

Kontrol tidak cukup pada aplikasi inti. Diperlukan kontrol identitas bot, segregation of duties, traceability, dan data quality control sepanjang pipeline otomatisasi.

Continuous Auditing

Audit bergeser dari pengujian sampel periodik ke monitoring berkelanjutan berbasis analitik anomali dan rule-trigger, dengan pengelolaan false alert yang disiplin.

Continuous Close dan Modern ERP

Integrasi SIA-ERP-cloud mempercepat close, rekonsiliasi, dan pelaporan manajemen. Fokusnya adalah pengurangan kejutan month-end melalui otomatisasi dan dashboard real-time.

Peran Baru Profesional Akuntansi

Akuntan dan auditor bertransformasi dari pencatat transaksi menjadi arsitek informasi, analis proses, serta pengendali risiko berbasis data.