| Persediaan | Beli bahan baku kredit: Dr Persediaan; Cr Utang Usaha. | Persediaan (aset lancar) & utang usaha (liabilitas jangka pendek), keduanya operating/working capital. | IAS 2: persediaan diukur pada nilai terendah biaya dan NRV. |
| Aset Tetap | Beli mesin: Dr PPE; Cr Kas/Utang. Depresiasi: Dr Beban depresiasi; Cr Akumulasi depresiasi. | PPE line item minimum; akumulasi depresiasi sebagai kontra-aset (biasanya disajikan net). | IAS 1: basis pengukuran berbeda (biaya vs revaluasi) dapat mendorong pemisahan penyajian kelas aset. |
| Sewa | Pengakuan sewa (lessee): Dr Aset Hak Guna; Cr Liabilitas Sewa. | Menambah aset tidak lancar dan liabilitas (dibagi lancar/jangka panjang). | IFRS 16 mensyaratkan pengakuan aset dan liabilitas sewa oleh lessee. |
| Provisi | Estimasi garansi: Dr Beban garansi; Cr Provisi garansi. | Provisi line item minimum IAS 1; dapat dipisah jangka pendek/panjang sesuai ekspektasi penyelesaian. | IAS 37 mengatur akuntansi dan pengungkapan provisi/kontinjensi. |
| Pinjaman dengan Kovenan | Re-klasifikasi saat pelanggaran: pindahkan porsi tertentu ke "liabilitas jangka pendek" bila tidak ada hak menangguhkan ≥ 12 bulan. | Perubahan klasifikasi current/non-current dapat mengubah persepsi likuiditas. | IASB menekankan amandemen untuk meningkatkan informasi utang jangka panjang dengan kovenan. |
| Pajak Kini | Mengakui pajak kini terutang: Dr Beban pajak; Cr Utang pajak. | Current tax liabilities adalah item minimum SOFP; biasanya liabilitas jangka pendek. | IAS 12: pajak kini yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. |
| Held for Sale | Klasifikasi aset untuk dijual: pindahkan ke "aset dimiliki untuk dijual"; hentikan depresiasi. | IFRS 5 mewajibkan penyajian terpisah untuk aset (dan disposal group) held for sale. | Diukur pada nilai terendah nilai tercatat dan fair value less costs to sell. |